Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Percobaan

Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Percobaan – Pastinya kalian masih ingat dengan definisi teks hasil observasi. Sebagai teks yang melaporkan suatu informasi hasil pengamatan yang sistematis dan analisis tentang gejala alam, lingkungan, sosial, dan benda buatan manusia, teks ini memiliki aturan-aturan kebahasaan yang disesuaikan dengan ejaan, ketatabahasaan yang baku, dan juga tentunya kalimat-kalimat definisi yang akan memudahkan pembaca dalam memahami hal yang diobservasi. Agar lebih jelasnya, ciri-ciri/aturan kebahasaan ini akan kita pahami satu per satu berdasarkan struktur teksnya.

Dalam materi ini, Anda akan mempelajari tentang ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan, ciri ciri teks laporan hasil observasi, contoh teks laporan hasil observasi, struktur laporan hasil observasi, tujuan teks laporan hasil observasi, pengertian teks laporan hasil observasi, serta ciri kebahasaan teks eksposisi

Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Percobaan

Teks hasil observasi memiliki struktur definisi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Setiap struktur ini memiliki ciri kebahasaan yang membedakan satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, dalam bagian pertama (definisi umum), kita akan banyak menemukan kalimat-kalimat definisi, kata rujukan, kelompok kata/frasa, dan juga kata berimbuhan. Dalam bagian kedua dan ketiga, kita akan menemukan kalimat-kalimat deskripsi, kata berimbuhan, dan juga penggunaan konjungsi.

Selain itu, karena teks ini termasuk ke dalam teks ilmiah yang bersifat formal, sistem tata tulis juga harus kita perhatikan dalam membuat teks jenis ini, seperti penulisan kata baku di dalam setiap bagian-bagiannya.

Baca Juga:  Soal Teks Laporan Hasil Pengamatan Kelas 6 Sd Contoh Laporan Hasil Pengamatan Untuk Sd Kelas 6

Perhatikanlah contoh definisi umum teks hasil observasi berikut!

Teh adalah minuman yang mengandung kafein. Minuman teh ini dibuat dengan cara infusi, yaitu menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman yang bernama latin Camellia sinensis dengan air panas.

Baiklah mari kita simak ciri ciri kebahasaan teks hasil percobaan atau observasi berikut ini.

Ciri Kebahasaan Teks Hasil Observasi

1. Kalimat definisi

Bagian definisi umum tentu saja memiliki ciri penggunaan kalimat definisi, yaitu kalimat yang memberikan informasi tentang pengertian, penjelasan, atau identitas dari objek yang diobservasi. Kalimat definisi memiliki rumus X = Y dan dicirikan dengan penggunaan kata kerja kopula, seperti adalah dan merupakan. Contoh kalimat definisi dapat kita perhatikan pada kalimat ke-1 bagian di atas teh adalah minuman yang mengandung kafein.

2. Kata rujukan

Kata rujukan dalam paragraf termasuk ke dalam jenis kohesi, yaitu hal yang digunakan untuk membentuk kepaduan informasi antarkalimat atau antarparagraf. Kata rujukan yang dimaksud adalah penggunaan kata tunjuk, seperti ini, itu, atau tersebut. Ciri kebahasaan ini dapat kita lihat penggunaannya dalam kalimat kedua minuman teh ini.

3. Kelompok kata/frasa

Kelompok kata atau disebut juga dengan frasa adalah gabungan kata yang tidak memiliki unsur predikat di dalamnya, dalam artian belum dapat disebut sebagai kalimat. Dalam struktur kalimat, kelompok kata ini hanya menduduki satu fungsi kalimat, seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan saja.

Pada bagian teks di atas, kita banyak menemukan penggunaan kelompok kata, seperti minuman teh ini, pucuk daun, tangkai daun dan air panas. Sebagai contoh, dalam kalimat Adik saya(S) bermain(P) bola(pel.) hanya terdapat satu frasa/kelompok kata, yaitu adik saya.

Baca Juga:  Membandingkan Teks Laporan Hasil Observasi dan Teks Deskripsi

Selanjutnya, perhatikan dan cermati struktur deskripsi bagian dan manfaat teks hasil observasi di bawah ini!

ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan
ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan

4. Kalimat deskripsi

Kalimat deskripsi adalah kalimat yang memberikan pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata yang jelas dan terperinci agar pembaca mampu dengan mudah memahami hal yang dijelaskan. Pada bagian deskripsi bagian, beberapa kalimat deskripsi yang terdapat dalam teks adalah sebagai berikut.

  • Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari.
  • Teh hijau adalah Daun teh yang biasanya langsung diproses setelah dipetik.
  • Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan.
  • Teh Oolong adalah teh yang dihasilkan dari proses oksidasi yang dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari.
  • Teh hitam atau teh merah adalah daun teh yang dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan.

5. Kata berimbuhan

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang telah diberikan imbuhan, baik awalan, sisipan, akhiran, maupun campuran, sehingga membentuk kata baru yang berbeda makna. Sebagai contoh adalah kata minuman (kata benda) dibentuk dari kata dasar minum (kata kerja) yang diberi akhiran –an.Contoh yang lain adalah sebagai berikut.

ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan
ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan

6. Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, atau paragraf dengan paragraf. Konjungsi yang kita temukan dalam teks di atas adalah sebagai berikut.

ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan
ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan

Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas, kita dapat menyimpulkan ciri kebahasaan yang digunakan di dalam teks hasil observasi adalah sebagai berikut.

  1. Kalimat definisi
  2. Kata rujukan
  3. Kelompok kata
  4. Kalimat deskripsi
  5. Kata berimbuhan
  6. Konjungsi

Demikian materi tentang ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan atau observasi yang dapat Website Guru bagikan. Semoga bermanfaat dalam menunjang pembelajaran teks Bahasa Indonesia.

Leave a Comment